BLACKPINK: Light Up the Sky

BLACKPINK: Light Up the Sky ★★★★★

Bisa dibilang gw itu 'late bloomer' when it comes to ngikutin perjalanan Blackpink, karena memang pengetahuan tentang per-Kpop-anku hanya sebatas tahu beberapa lagu dari Super Junior & Girls' Generation, itupun hanya sekilas saja.

Sumber pengetahuan lagu-lagu gw dulu itu Billboard, Juni/Juli 2018 kala itu untuk pertama kalinya gw ngeliat nama yang asing masuk chart (in the middle, not too high but not too low) "BLACKPINK" dengan lagunya yang menurut gw judulnya rada asing pula "DDU-DU DDU-DU", langsung gw kepoin MV-nya dan it wowed me.

Gw telat 2 taun coy kenal sama elo elo pada! Tapi gapapa, nge-stan sesuatu tapi gak ngikutin perjalanan mereka dari awal bukan hal buruk juga, kan? Pertama denger MV mereka yang membawa mereka lebih sukses internationally lalu mulai track down lagu-lagu mereka sebelumnya, dari Boombayah sampai As If It's Your Last, gw merasakan vibe 2NE1 pada diri Blackpink lalu kepoin profil wiki mereka lantas bergumam "Ooooh, pantes, cetakan YG" Claaaaaaass ~

Gw ga pernah se-bucin(?) ini terhadap 1 girl grup, it's only you BP njirrrr. Itu menunjukan bahwa mereka lovable. Blackpink terbentuk dari 4 perempuan muda berbakat dengan kepribadian dan karakter yang berbeda-beda; Jisoo- 4D human, tingkahnya kadang sedikit nyentrik, but she's really smart. And the visual? Ugh, gosah diragukan lagi! Jennie- Yang dikasih julukan "YG Princess" sama netizens padahal dia ga pernah minta panggilan itu, she finally spoke up tentang perasaannya atas panggilan tersebut, tertuang dalam lagu terbaru mereka 'Lovesick Girls' dimana ia terang-terangan bilang bahwa ia tidak mau (dianggap) menjadi seorang princess. Dia fierce di atas panggung, but sooo cute when off-stage. Rosé- Gadis berbakat yang jago banget mainin beberapa alat musik. She's the mellow the group, mungkin karena hatinya mudah tersentuh lalu gak berasa udah nangis aja. Suaranya unik, you will know it's her voice once you hear it. Lisa- Maknae, member termuda. Definitely the dancing machine. Menguasai lebih dari 3 bahasa asing, karena memang ia berasal dari Thailand, mengharuskannya untuk menguasai bahasa Korea ketika memutuskan untuk audisi. She's the happy virus.

Dalam dokumenter ini, terangkum perjalanan mereka dari masa kecil pre-debut, momen saat menjadi trainee di YG, eksitasi debut hingga their journey to global stardom.

Passion mereka memang ada di menyanyi dan menari makanya ketika ditanya "Apakah kamu menyesal berlatih bertahun-tahun?" Jawaban mereka "Tidak, because this is what I want", meski di beberapa waktu mereka dilanda insecure, merasa tidak cukup baik untuk menampilkan karya mereka pada orang lain, feeling homesick like a lot, mereka selalu mengalihkan perasaan-perasaan itu kepada tujuan yang ingin mereka raih, dan lihat apa yang mereka tuai sekarang, you will see and hear their name everywhere.

God, I like the ending part of this documentary. Mereka berangan-angan akan masa depan mereka, akan jadi apa mereka di usia 40, akankan mereka melalukan reuni, sembari menangis haru lalu tertawa riang.

I never thought I would have cared so much towards one particular artist just like this.

Gilang Hagi Andawan liked these reviews