Ready Player One

Ready Player One

Ready Player One adalah surat cinta untuk pop culture; ibadah paripurna untuk umat geek sedunia. Senang sekali menonton hal-hal yang kita cintai tayang secara bersama-sama dalam sekali duduk. Ini enggak pernah terbayangkanku sejak kecil. Motor Kaneda dari Akira balapan melawan DeLorean dari Back to the Future; GUNDAM--MASYA ALLAH--MELAWAN MECHAGODZILLA KEREN AADLFNKAKDLFAL;DG; dll.

Sayangnya, aku merasa separuh pertama terburu-buru, seperti mengejar durasi. Barangkali aku kagok ya, apalagi baru baca novelnya; paruh pertama itu seperti mengaduk-ngaduk plot novel yang sudah terjalin baik. Dialog dan eksplanasinya yang cepat bikin susah untuk diikuti.

Untungnya, begitu memasuki paruh terakhir, semuanya jadi termaafkan karena terlalu sibuk "Whoa-Whoa". Paruh terakhir itu pengalaman sinematis yang luar biasa, semua karakter-karakter yang kita kenal campur aduk, bertarung di tempat terbuka. Epik dan sangat mengesankan sekali.

Thanks Ernest Cline. Thanks Steven Spielberg.