Rana has written 18 reviews for films during 2019.

  • Motel Acacia

    Motel Acacia

    ★★

    Antar babak tidak harmonis, tapi mungkin film ini hanya sebagai ajang unjuk gigi bahwa asia juga dapat membuat film seperti film2 CGI-nya holiwut.

  • Habibie & Ainun 3

    Habibie & Ainun 3

    ★½

    Maaf mas Hanung, saya walk out🙏

  • The Sacrifice

    The Sacrifice

    ★★★★★

    MBUH AKU GAISOK NGOMONG OPO-OPO MANEH, MBUH.. MBUHH....

  • Soul

    Soul

    ★★

    This review may contain spoilers. I can handle the truth.

    Logika bertutur yang sama sekali janggal!
    - Shot establish cut-away langit malam hari diulang-ulang sampai hampir 3 kali.
    - semua informasi disampaikan secara verbal pum informasi visual di beberapa bagian menjadi multi-tafsir.
    - akting seluruh pemain ketika menyembelih hewan atau orang sangat terlihat tidak profesional.
    - entah jika tak ada musik skoring, penonton mungkin akan tertawa sepanjang film.

    Kesimpulannya, saya masih bangga dengan produk lokal seperti Pengabdi Setan.

  • Song Lang

    Song Lang

    ★★★★

    Kita adalah tuan atas kesedihan dan kesepian masing-masing.

  • Lunana: A Yak in the Classroom

    Lunana: A Yak in the Classroom

    ★★★½

    Mirip "Laskar Pelangi"-nya Riri Riza dan tokoh utama mirip Jason Iskandar. Secara film bagus, namun kurang adanya tangga dramatik/hambatan ehingga membuat film terasa mengalir begitu saja, tanpa ada perubahan emosi yang berarti.

  • Journey

    Journey

    ★★★

    Hanya suka film Mendoza dan Khidlat Tahimik.

  • The Science of Fictions

    The Science of Fictions

    ★★★½

    Penilaian kemungkinan dapat berubah sewaktu-waktu, karena reviewer belum paham sepenuhnya (bakal menonton lagi jika ada kesempatan).

  • Buoyancy

    Buoyancy

    ★★★½

    Keluarga sebagai kekuatan untuk memotivasi karakter bergerak. Namun di film ini, urgensi karakter utama untuk kabur dari rumah kurang kuat sehingga di akhir filmnya pun terasa flat. Namun pada tengah dan klimaks film, dramatik adegan begitu mengerikan.

  • Ode to Nothing

    Ode to Nothing

    ★★★★

    Setressss

  • A First Farewell

    A First Farewell

    ★★★★

    Talent arek cilike 'ngguateli' pinter banget

  • Good Morning

    Good Morning

    ★★★★

    Ozu mencoba menangkap keadaan disrupsi pada masyarakat jepang pada tahun-tahun tersebut akan hadirnya teknologi buah kemajuan zaman melalui cara-cara yang sederhana dan akting para pemain yang menggemaskan.