Ave Maryam ★★★½

Maryam lahir dari keluarga Muslim, namun ia mengabdikan dirinya sebagai seorang biarawati yang sehari-harinya mengurus para biarawati tua di Girisonta, Ambarawa. Komitmen yang diembannya menjadi tergoncang setelah hadirnya Pastor baru bernama Yosef di kehidupannya.

Sebagai seorang Katolik, kasus seperti ini tentu tak terdengar asing lagi. Namun, belum banyak atau bahkan belum ada film yang mengusung permasalahan ini sebagai materi utamanya. Tabu, memang iya, namun fokus utama yang hendak dituturkan oleh Robby Ertanto bukanlah ketabuan tersebut, melainkan pembelajaran karakter Maryam, seseorang yang tergoncang komitmennya akibat cinta.

Film berjalan dengan berhati-hati, di setengah bagian awal filmnya, belum banyak konflik yang diumbar. Kesan hening dan sunyi begitu kental, tak banyak dialog, pun tak banyak iringan scoring megah. Hubungan antara Maryam dan Yosef juga tak banyak mengumbar adegan-adegan mesra. Pada awalnya, memang hal ini terasa aneh, tetapi, kesubtilan hubungan Maryam dan Yosef ini justru merupakan penggambaran yang akurat akan jalinan kemesraan terlarang tersebut.

Tatapan mata hingga senyuman tipis Maudy, serta performa Chicco yang meyakinkan sudah cukup ampuh membuat Ave Maryam terlihat manis di tengah kelirihan ceritanya. Kemanisan tersebut pun akan luntur seiring dengan pergolakan batin yang dirasakan Maryam. Adegan Maryam menangis di mobil hingga adegan pesta kejutan ulang tahun Maryam menjadi pusat gravitasi emosi yang dihadirkan oleh film ini. Atmosfer elegiac yang mengguncang emosi terasa begitu kental di paruh akhir filmnya. Inilah yang membuat Ave Maryam terlihat kompleks sebagai sebuah studi karakter.

Konstruksi visual Ave Maryam pun terlihat begitu menghipnotis. Mulai dari pergerakan kamera, sudut pengambilan gambar, komposisi warna, semuanya ditata menjadi sinematografi yang nyaris sempurna.

Jangan memandang Ave Maryam sebagai sajian tabu lantaran konteks agama yang diangkatnya, tontonlah film ini sebagai studi karakter yang mengangkat keindahan dalam kegundahan di balik kerudung biarawati Maryam.

Reyzando liked these reviews